Langsung ke konten utama

Nasihat Imam Syafii ( Merantau)

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tak tinggalkan busur tidak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
Jika didalam hutan

Author : Imam Syafii
(Dikutip dari novel Negeri 5 Menara. By: Ahmad Fuadi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemimpin Otoriter

Tradisi kepimpinan otoriter merupakan sejarah panjang keberhasilan bagi bangsa Indonesia. Bagaimana tidak? Indonesia yang telah merdeka dari tahun 1945 ini merengkuh keberhasilan di zaman penguasa otoriter. Tercatat soekarno membawa negara kaya raya alamnya ini menjadi negara ditakuti oleh bangsa-bangsa di dunia termasuk amerika, jepang, Korea, Rusia dan bangsa-bangsa Eropa tidak hanya itu parameter keberhasilan yang dianut dengan Penguasa otoriter ini yakni memerdekakan Indonesia dari negara jepang dan berhasil mengeluarkan Belanda dan sekutu dari bumi pertiwi. Sesuatu yang luar biasa Negara Penjajah belanda mampu menduduki di Bumi Pertiwi ini selama Ratusan tahun hingga mampu di singkirkan oleh Seorang Soekarno. Ilmu seperti apa yang menyebabkan Ia mampu mempora-porakandakan Negara terkenal strategi sangat kuat untuk menjajah negara lain itu. Walahu alam. Yang jelas hanya karena otak cerdas otoriter soekarno-lah Indonesia menjadi negara berdikari terkenal di jagat raya ini. S...

Gappsta, Pasar Sepeda Jogya

Kota jogja begitu selalu disingkat oleh para pelancong atau orang dalem jogya dulu pernah terkenal dengan kota sepeda. Tidak salah bila orang-orang dulu menjuluki jogja sebagai kota sepeda, ayah saya yang pernah menyematkan salah satu sekolah pertanian dan perkebunan di Jogja tak lepas dari sepeda sebagai transportasi utama. Bayangkan saja Jarak dari Klaten ke Jogja ditempuh dengan sepeda dan dilakukan setiap minggu tentu terasa sangat berat untuk ukuran saat ini, Realita ini dilakukan ayah saya. Ini masih terlalu mudah bahkan ada yang sampai di laju dari Klaten-Jogya dengan sepeda setiap hari. Wah hebat bukan orang dulu begitu sehat-sehat dengan sepeda. Peninggalan sepeda kuno-kuno dipakai Orang –orang Tempoe doeloe ini ada di Pasar Sepeda Yogyakarta. Pasar sepeda ini dikenal dengan Gappsta. Gappsta ini merupakan singkatan ( Gabungan Pedagang Sepeda Bekas Jogjakarta). Tempat ini terasa akan membawa kita untuk menyelami bagaimana bentuk-bentuk sepeda-sepeda kuno. Let...

Antara Jogja -Jakarta

Gulirnya hidup ingin cepat-cepat sampai. kereta tua ini bergetuk pengantar pahlawan tanpa balas rawat penghuni dan Relung-relung Pengkais rejeki, menaruh sangat terhormat. Warna rakyat, berkeliar dihiruk pikuk jalan ini risau diri seakan mati, hanya artimu telah aku dapatkan. Rakyat Adalah kata-kata perjuangan Hanya karna artimu telah aku dapatkan Antara jogja-Jakarta untaian rel panjang itulah tanda jalan terbentang panjang " kata Perjuangan ", Baru akan dimulai. Cirebon, 12 oktober 2009