Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2009

Jalan Baru Kehidupan

Tidak terasa berselang 15 menit yang lalu aku berdiskusi dengan teman. Teman ini menceritakan kenyataan hidupnya yang harus mengikuti kuliah di UGM tepatnya fakultas kehutanan. Dia menceritakan bahawa ia masuk ke Kehutanan karena ingin mendapatnkan ijazah. tak hanya itu ia juga menceritakan bahwa masuk kehutanan karena ia hobi dengan kehutanan walaupun di pilihan kedua tapi ia tetap saja berceloteh masuk kehutanan ini merupakan jalan yang harus dia lewati. Ini merupkan bagian jalan hidup yang mesti dan rezki yang dilimpahkan kepada dia. Di sela-sela menceritakan kenyataan hidup, teman ini juga emnceritakan bahwa masuk kehutanan karena ia sangat tertarik dengan kehutanan. kemudian membandingkan kenyataan kehutanan sekarang yang begitu bobroknya ia kemudian mengatakan bahwa masuk kehutanan hanya ingin mendapatkan ijazah dan mengisi waktu yang luang. kemudian dengan nada agak meninggi saya pun tersentak berkilah kepada dia inilah yang menjadi peluang dan kesempatan kita dikehutanan, degan

Wisata Gempa Jogja

Celoteh dengan nada menyindir menjadi ciri khas Pak G. tidak hanya aku tetapi teman2 pun terkesima dengan celoteh yang sangat menghibur. Ini menjadi sajian kelas kami dikala beliau mengajar. salah satu cerita seperti Ini: Pada tiga tahun lalu, ketika gempa bumi yang meluluhlantakan rumah penduduk, gedung pemerintah, jalan raya dan banyak fasilitas pemerintah membuat penduduk bantul, sleman, klaten menderita dan bersedih hati. Disaat itu pula banyak orang berdatangan ke bantul. Mereka berdatangan karena punya kehendak dan rasa. mereka berbondong-bondong tidak hanya orang sekitar jogja bahkan orang luar seperti magelang pun antusias ke bantul. Tapi berbondong-bondong mereka ke bantul bukan untuk membantu tapi yang mereka lakukan adalah berplesiran melihat-lihat bangunan yang roboh. Entah rasa apa yang membuat mereka begitu senagn dengan tontonan penderitaan orang bersedih hati jadi terkesima orang yang tetrtimpa mausibah ini. mereka pun bertanya-tanya apa ada yang aneh dengan diri mereka